Assalamu'alaikum wr wb,
Kemandirian Ekonomi
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu
najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini.
Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu
kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
Dengan menguasai Bank Sentral Keluarga Rothschild mencetak kertas tak
berharga jadi dollar yang dipakai untuk membeli BUMN2 dan Kekayaan Alam
Negara Berkembang seperti Indonesia. Mereka dielu2kan sebagai "Investor
Asing",,,:)
Baru-baru ini Keluarga Rothschild, Nathaniel Rothschild, dengan
perusahaan Vallar PLC membeli saham Bumi Resources yang menguasai
tambang batubara di Kalimantan Timur:
http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/151109/1495676/6/bakrie-go-international-bersama-rothschild
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/11/18/brk,20101118-292518,id.html
Kaum Yahudi di Palestina membantai muslim di Palestina. Lobby Yahudi
(dipimpin Paul Wolfowitz arsitek perang Iraq) juga menggunakan tentara
AS untuk membantai Muslim di Iraq dan di Afghanistan.
Di Indonesia mereka "cuma" menguras kekayaan alam Indonesia dan memberi
cuma receh kecil (contohnya Freeport cuma memberi royalti emas dan perak
1% saja untuk rakyat Indonesia). Itulah sebabnya kenapa rakyat
Indonesia miskin dan kaum Yahudi AS sangat kaya.
Mohon dicopy-paste di blog masing-masing dan sebarkan ke berbagai milis
agar penghisapan oleh kapitalis Yahudi AS terhadap bangsa Indonesia bisa
dihentikan.
http://kabarislam.wordpress.com/2010/11/18/sejarah-keluarga-rothschild-bank-inggris-dan-the-federal-reserve/
Sejarah Keluarga Rothschild, Bank Inggris, dan The Federal Reserve
Rothschild adalah dinasti Yahudi Bavaria (Jerman) yang memiliki arti
sebagai “Tameng Merah”. Dalam bahasa Inggris disebut “Red-Shield”.
Dinasti Rothschild yang melegenda dan sangat berkuasa hingga kini
berawal dari sejarah Eropa di abad ke-18 Masehi dengan kelahiran seorang
bayi Yahudi Jerman yang kemudian diberi nama Mayer Amshell Bauer. Mayer
Amshell Bauer lahir di tahun 1743 di sebuah perkampungan Yahudi di
Frankfurt, Bavaria. Ayahnya bernama Moses Amschell Bauer yang bekerja
sebagai rentenir dan tukang emas yang berpindah-pindah dari suatu tempat
ke tempat lain, dari kota yang satu ke kota lainnya.
Bakat Moses sebagai rentenir kelak akan diteruskan dan dikembangkan oleh
anak-cucunya. Kelahiran Mayer membuat Moses menghentikan bisnis
‘nomaden’nya dan menetap di sebuah rumah agak besar dipersimpangan
Judenstrasse (Jalan Yahudi) kota Frankfurt. Di rumah itu, Moses membuka
usaha simpan-pinjam uangnya. Di pintu masuk kedai renten-nya, Moses
menggantungkan sebuah Tameng Merah sebagai merk dagangnya: Rothschild.
Sedari kecil Mayer Amshell dikenal sebagai anak yang cerdas. Dengan
tekun sang ayah mengajari Mayer segala pengetahuan tentang bisnis
rentennya. Moses juga sering menceritakan pengalaman dan pengetahuan
yang diperolehnya dari berbagai sumber. Moses sebenarnya ingin
menjadikan Mayer sebagai pendeta Yahudi. Namun ajal keburu menjemputnya
sebelum sang anak tumbuh dewasa. Sepeninggal ayahnya, Mayer sempat
meneruskan usaha ayahnya di rumah. Namun tidak lama kemudian Mayer ingin
belajar lebih mendalam tentang bisnis uang. Akhirnya ia bekerja di
sebuah bank milik keluarga Oppenheimer di Hanover.
Di bank ini, Mayer dengan cepat menyerap semua aspek bisnis perbankan
modern. Kariernya pun melesat, bahkan sang pemilik bank yang terkesan
dengan Mayer menjadikannya sebagai mitra muda dalam kepemilikian bank
tersebut.
Setelah merasa cukup banyak menimba ilmu tentang bisnis perbankan, Mayer
kembali ke Frankfurt, meneruskan usaha ayahnya yang sempat
dilepaskannya untuk beberapa waktu. Mayer telah berketetapan hati,
bisnis uang akan dijadikan sebagai bisnis inti keluarga ini.
Ia akan mendidik anak-anaknya kelak dengan segala pengetahuan tentang
bisnis penting tersebut dan menjadikannya keluarga besar penguasa bisnis
perbankan Eropa dan juga dunia.
Salah satu langkah yang diambil Mayer adalah dengan mengganti nama
keluarga ‘Bauer’ yang dalam bahasa Jerman berarti ‘Petani’ dengan merk
dagang usahanya, yakni ‘Tameng Merah’ (Rothschild). Mayer sendiri
memakai gelar Baron Rothschild I.
Masuk Kalangan Istana
Jenderal von Estorff
Berkat kepiawaiannya, usaha rumahan ini berkembang pesat. Rotshchild I
mulai melobi kalangan istana. Orang yang pertama ia dekati adalah
Jenderal von Estorff, bekas salah satu pimpinannya ketika masih bekerja
di Oppenheimer Bank di Hanover. Rothschild I mengetahui benar, sang
jenderal memiliki hobi mengumpulkan koin-koin kuno dan langka. Dengan
jeli Rothschild memanfaatkan celah ini untuk bisa dekat dengan sang
jenderal.
Untuk menambah perbendaharaan koin-koin kuno dan langka, Rotshchild
menghubungi sesama rekannya dalam jaringan orang Yahudi yang dalam waktu
singkat berhasil mengumpulkan benda-benda tersebut. Sambil membawa
barang yang sangat diminati Jenderal von Estorff, Rothschild I menemui
sang jenderal di rumahnya dan menawarkan semua koin itu dengan harga
sangat murah.
Jelas, kedatangan Rotshchild disambut gembira sang jenderal. Bukan itu
saja, rekan-rekan dan teman bisnis sang jenderal pun tertarik dengan
Rothschild dan kemudian jadilah Rotshchild diterima sepenuh hati dalam
lingkaran pertemanan dengan Jenderal von Estorff.
Suatu hari, tanpa disangka-sangka, Rothschild I dipertemukan oleh
Jenderal von Estorff kepada Pangeran Wilhelm secara pribadi. Pangeran
ternyata memiliki hobi yang sama dengan jenderal. Wilhelm membeli banyak
medali dan koin langka dari Rotshchild dengan harga yang juga dibuat
miring. Inilah kali pertamanya seorang Rotshchild bertransaksi dengan
seorang kepala negara.
Dari perkenalannya dengan Wilhelm, terbukalah akses Rothschild untuk
membuat jaringan dengan para pangeran lainnya. Untuk membuat pertemanan
bisnis menjadi pertemanan pribadi, Rotshchild menulis banyak surat
kepada para pangeran yang berisi puji-pujian dan penghormatan yang
begitu tinggi atas kebangsawanan mereka. Rothschild juga memohon agar
mereka memberi perlindungan kepadanya.
Pada tanggal 21 September 1769, upayanya membuahkan hasil. Pangeran
Wilhelm dengan senang hati memberikan restu atas kedainya. Rothschild
pun memasang lambang principalitas Hess-Hanau di depan kedainya sebagai
lambang restu dan perlindungan Sang Pangeran. Lambang itu bertuliskan
huruf emas dengan kalimat, “M.A.Rothschild. Dengan limpahan karunia
ditunjuk sebagai abdi istana dari Yang Mulia Pangeran Wilhelm von
Hanau.”
Keluarga Talmudian
Tahun 1770, saat berusia 27 tahun, Rothschild menikahi Guetele Schnaper
yang masih berusia tujuhbelas tahun. Dari perkawinannya, mereka
dikarunia sepuluh orang anak. Putera-puteranya bernama Amshell III,
Salomon, Nathan, Karlmann (Karl) dan Jacob (James). Kepada anak-anaknya,
selain mendidik mereka dengan keras soal pengetahuan bisnis perbankan
dan aneka pengalamannya, Rothschild I juga menanamkan kepada mereka
keyakinan-keyakinan Talmudian (bukan Taurat) dengan intensif.
Frederich Morton, penulis biografi Dinasti Rothschild menulis, “Setiap
Sabtu malam, usai kebaktian di sinagoga, Amshell mengundang seorang rabi
ke rumahnya. Sambil duduk membungkuk di kursi hijau, mencicipi anggur,
mereka berbincang-bincang sampai larut malam. Bahkan pada hari kerja pun
Amshell sering terlihat mendaras Talmud …dan seluruh keluarga harus
duduk dan mendengarkan dengan tertib.”
Keluarga Rotschild merupakan keluarga Yahudi yang berpandangan
Talmudian. Mereka sangat percaya bahwa tuhan, sesuai keyakinan dalam
ayat-ayat Talmud, telah memilih bangsa Yahudi sebagai manusia super,
satu-satunya ras manusia, sedangkan orang lain yang bukan Yahudi
merupakan ras yang derajatnya sama dan setara dengan hewan. Mereka sama
sekali tidak perduli dengan orang lain, dan hanya perduli dengan
kepentingan sesama Yahudi Talmudian.
Wilhelm von Hanau merupakan seorang kepala negara yang kaya raya dan
berpengaruh. Bisa jadi, bisnis utama Wilhelm yang memiliki sepasukan
tentara sewaan (bisnis ini juga berasal dari bisnis para Templar!)
membuatnya disegani tidak saja di Jerman tetapi juga di wilayah-wilayah
sekitarnya. Wilhelm juga memiliki kekerabatan dengan sejumlah keluarga
kerajaan Eropa lainnya. Inggris merupakan salah satu langganan setia
dalam bisnis tentara sewaannya. Harap maklum, daerah koloni Inggris di
seberang lautan sangat luas dan banyak.
Dalam bisnis ini, Rothschild bertindak sebagai dealernya. Karena kerja
Rothschild begitu memuaskan, maka Wilhelm pernah memberinya hibah uang
sebanyak 600.000 pound atau senilai tiga juta dollar AS dalam bentuk
deposito. Dari usahanya ini, Wilhelm memiliki banyak uang. Ketika
meninggal, Wilhelm meninggalkan warisan terbesar dalam rekor warisan
raja Eropa yakni setara dengan 200 juta dollar AS! (Maulani; 2002)
Sumber lainnya mengatakan bahwa uang sebesar tiga juta dollar AS itu
sebenarnya berasal dari pembayaran sewa tentara kerajaan Inggris kepada
Wilhelm, namun digelapkan oleh Rothschild (Jewish Encyclopedia, Vol. 10,
h.494).
Dengan bermodalkan uang haram inilah Rothschild membangun kerajaan
bisnis perbankannya yang pertama dan menjadi bankir internasional yang
pertama. Sebenarnya, Rothschild I ini tidak membangun kerajaannya
sendiri. Beberapa tahun sebelumnya ia telah mengirim anak bungsunya,
Nathan Rothschild yang dianggap paling berbakat ke Inggris untuk
memimpin bisnis keluarga di wilayah tersebut. Di London Nathan
mendirikan sebuah bank dagang dan modalnya diberikan oleh Rothschild I
sebesar tiga juta dollar AS yang berasal dari uang haram itu.
Di London, Nathan Rothschild menginventasikan uang itu dalam bentuk
emas-emas batangan dari East India Company. Berasal dari uang haram,
diputar dengan cara yang penuh dengan tipu daya, memakai sistem ribawi
yang juga haram, kian berkembanglah bisnis keuangan keluarga Rothschild
ke seluruh Eropa. Berdirilah cabang-cabang perusahaan Rothschild di
Berlin, Paris, Napoli, dan Vienna. Rothschild I menempatkan setiap
anaknya menjadi pemimpin usaha di cabang-cabangnya itu. Karl di Napoli,
Jacob di Paris, Salomon di Vienna, dan Amshell III di Berlin. Kantor
pusatnya tetap di London.
Rothschild I meninggal dunia pada 19 September 1812. Beberapa hari
sebelum mangkat, ia menulis sebuah surat wasiat yang antara lain
berbunyi:
- Hanya keturunan laki-laki yang diperbolehkan berbisnis. Semua posisi kunci harus dipegang oleh keluarga.
- Anggota keluarga hanya boleh mengawini saudara sepupu sekali (satu kakek) atau paling jauh sepupu dua kali (satu paman).
Dengan demikian harta kekayaan keluarga tidak jatuh ke tangan orang
lain. Awalnya aturan ini dipegang ketat, tapi ketika banyak pengusaha
Yahudi lainnya bermunculan sebagai pengusaha dunia, aturan ini
dikendurkan, walau demikian hanya boleh mengawini anggota-anggota
terpilih.
Dinasti Rothschild tidak punya sahabat atau sekutu sejati. Baginya,
sahabat adalah mereka yang menguntungkan kantongnya. Jika tidak lagi
menguntungkan maka ia sudah menjadi bagian masa lalu dan dimasukkan ke
dalam tong sampah. Pangeran Wilhelm sendiri akhirnya dilupakan oleh
Rothschild setelah ia berhasil menilep uangnya. Ketika Inggris dan
Perancis berperang dengan memblokade pantai lawan masing-masing, hanya
armada Rothschild yang bebas keluar masuk pelabuhan karena Rothschild
telah membiayai kedua pihak yang berperang tersebut.
Bank Sentral Inggris dan Utang Sebagai Alat Penjajahan
Beberapa orang menyangka jika pendirian Bank of England, bank sentral
pertama di dunia, juga akibat campur tangan dari Dinasti Rothschild.
Anggapan ini sebenarnya tidak tepat karena Rothschild I sendiri baru
lahir di Bavaria pada tahun 1743, sedangkan Bank of England berdiri pada
27 Juli 1694.
Sebelum Dinasti Tameng Merah lahir, jaringan Luciferian yang terdiri
dari tokoh-tokoh Yahudi berpengaruh dunia yang dikenal dengan istilah
“Para Konspirator”, para pewaris Templar, Orde Militeris yang kaya raya,
telah mencanangkan untuk menguasai England yang menjadi Inggris
sekarang dengan strategi lidah ular: Pertama, merekayasa pernikahan
keluarga raja Inggris sehingga nantinya para Raja Inggris berdarah
Yahudi, dan yang kedua lewat provokasi perang melawan Perancis agar
Inggris memerlukan uang yang banyak di mana pihak Konspirasi akan
memberi utang kepada Raja Inggris. Dengan utang, diharapkan kerajaan
besar itu akan takluk.
Inilah fakta sejarah jika jaringan Yahudi Dunia sejak dulu telah
menggunakan utang sebagai alat penakluk suatu negeri. Sekarang,
Indonesia yang kaya raya, juga telah ditaklukkan dan dijajah oleh utang.
Para tokoh Neo-Liberal di negeri ini yang gemar mengundang utang
imperialis masuk ke negeri ini merupakan pelayan-pelayan kepentingan
Luciferian. Banyak orang yang mengaku Islam menjadi pendukung kelompok
Luciferian ini disebabkan mereka malas berpikir sehingga mudah ditipu
mentah-mentah.
Perjalanan para Konspirator dalam menaklukan Keraaan Inggris diawali
dari suatu pertemuan sejumlah petinggi Ordo Kabbalah di Belanda. Mereka
menggelar pertemuan dan sepakat untuk menguasai Tahta Kerajan Inggris
sepenuhnya dengan cara menurunkan Dinasti Stuart dan menggantikannya
dengan seseorang yang mereka bina dari Dinasti Hanover dari Istana
Nassau, Bavaria.
Kala itu, Tahta Kerajaan Inggris tengah diduduki King Charles II
(1660-1685). Raja Inggris ini masih kerabat dekat Duke of York. Mary
adalah anak sulung dari Duke of York. Diam-diam, kelompok Konspirator
mengatur strategi agar Mary yang masih gadis itu bertemu dengan ‘Sang
Pangeran’ bernama William II, salah seorang pangeran kerajaan Belanda
dan pemimpin pasukan kerajaan. Mary dan William II pun bertemu dan
saling tertarik. Pada tahun 1674 mereka menikah. Tahun 1685 King Charles
II meninggal dan digantikan oleh James II yang memerintah sampai tahun
1688.
Dari hasil perkawinan antara William II dan Mary, lahir seorang putera
yang kemudian dikenal sebagai William III, yang kemudian menikah dengan
seorang puteri dari King James II bernama Mary II. William III yang
berdarah campuran antara Dinasti Stuart dengan Dinasti Hanover ternyata
menurut kelaziman tidak bisa menjadi Raja Inggris disebabkan ia bukan
berasal dari garis keturunan laki-laki Inggris, melainkan dari garis
perempuan. Mary II, isterinyalah, yang lebih berhak menyandang gelar
Queen.
Di sinilah para petinggi Yahudi melancarkan konspirasi dengan
mengobarkan ‘Glorious Revolution’ dan akhirnya berkat Partai Whig yang
melakukan kerjasama diam-diam dengan tokoh-tokoh Yahudi dan Partai Tory
yang bersikap pragmatis, revolusi tanpa darah ini berhasil menaikkan
William III sebagai Raja Inggris. Beberapa tahun sebelumnya, lewat
tangan Oliver Cromwell, kekuatan Yahudi juga telah ‘menyikat’ King
Charles I dan menguasai lembaga-lembaga keuangan di kerajaan itu. Dengan
berkuasanya William III maka Inilah awal hegemoni Dinasti Hanover
bertahta di Kerajaan Inggris sampai sekarang. Apalagi Dinasti Windsor
yang berkuasa di Kerajaan Inggris sekarang merupakan keturunan langsung
dari King Edward III (Prince of Wales) yang merupakan keturunan Hanover.
Pada tahun 1689, Raja Inggris, King William III mendirikan Loyal Orange
Order yang begitu fanatik mendukung gerakan pembaruan Gereja yang
dipimpin Martin Luther. Ordo ini menyatakan dengan tegas akan menjadikan
Inggris sebagai basis bagi gerakan Protestan. Pernyataan ini memiliki
pesan yang jelas terhadap Gereja Katolik: “Kami akan melawanmu!”
Sejarah memang telah mencatat jika Gereja Katholik merupakan musuh
bebuyutan para Templar. Para Templar, dan juga para pewarisnya seperti
kaum Mason dan Rosikrusian, masih sangat ingat bagaimana Paus Clement IV
berkomplot dengan King Philip V dari Perancis pada Jumat, 13 Oktober
1307 menumpas dan membantai Templar dari seluruh Eropa. Perlawanan dan
penghancuran Gereja (Katolik Roma) merupakan salah satu tujuan utama
kelompok Luciferian ini yang berasal dari dendam sejarah yang kesumat.
Loyal Orange Order sampai hari ini masih bertahan di Irlandia Utara
dengan jumlah anggota tak kurang dari angka 100 ribuan. Kelompok inilah
yang senantiasa mengobarkan api permusuhan terhadap kaum Katolik
sehingga sampai sekarang kehidupan masyarakat di sana tidak pernah sepi
dari konflik Protestan-Katolik.
King William III sendiri menceburkan diri dalam peperangan melawan
Perancis yang mayoritas Katolik. Inggris menderita kerugian yang banyak.
Utang pun menumpuk. Inilah awal berdirinya Bank of England sebagai bank
sentral swasta pertama di dunia, seperti yang telah disinggung di muka.
William G. Carr dalam bukunya “Yahudi Menggenggam Dunia” (Pustaka
Alkautsar, 1991) mencatat kronologi perjalanan petualangan Oliver
Cromwell sebagai kaki tangan tokoh Yahudi-Inggris setelah kematian King
Charles I pada 30 Januari 1649. Inilah kronologinya singkatnya:
* 1649, Cromwell menyerbu Irlandia dengan dukungan dana dari lobi Yahudi
internasional sehingga terjadi peperangan antara Inggris Protestan
melawan Irlandia Katolik.
* 1651, Charles II, putera King Charles I, memerangi Cromwell tapi gagal. Ia dibuang ke Perancis.
* 1652, Inggris melibatkan diri berperang melawan Belanda.
* 1653, Cromwell mengangkat dirinya sebagai The Lord Defender of Great Britain.
* 1654, Inggris terlibat perang Eropa lagi.
* 1656, Amerika yang masih menjadi jajahan Inggris bergolak dan akhirnya menjadi negara merdeka.
* 1657, Cromwell meninggal dunia. Puteranya, Richard, menjadi penguasa Inggris.
* 1659, Richard mengakhiri persekongkolan dengan Yahudi Internasional, ia mengundurkan diri dari kekuasaan.
* 1660, Jenderal monk dari angkatan bersenjata Inggris menduduki London. Charles II diangkat menjadi raja Inggris.
* 1661, Skandal persekongkolan antara Cromwell dengan kubu Yahudi
Internasional terungkap. Warga London geger dan marah. Makam Cromwell
dibongkar paksa.
* 1662, Gereja resmi Inggris, Anglikan, menindas umat Protestan.
* 1664, Inggris kembali berperang melawan Belanda.
* 1665, Krisis ekonomi melanda Inggris. Pengangguran dan kelaparan
merebak. Di tahun itu juga terjadi kebakaran besar yang menghanguskan
sebagian kota London, disusul wabah penyakit lepra.
* 1666, Inggris terlibat perang dengan Belanda dan Perancis.
* 1667, Ordo Kabbalah yang secara rahasia masih eksis di Inggris
melancarkan gerakan sabotase ke kalangan elit pemerintahan. Sejarah
Inggris mengenalnya sebagai gerakan Kabal. Akibatnya muncul gelombang
baru penindasan agama dan politik di Inggris.
* 1674, Setelah menggelar pertemuan internal di Belanda, Kelompok Yahudi
Internasional sepakat menguasai Kerajaan Inggris sepenuhnya dengan
melengserkan King Charles II dan menaikkan seseorang yang bisa
dikendalikan. Pada tulisan di muka hal ini telah disinggung, yakni
penobatan King William III yang masih berdarah Dinasti Hanover.
* 1683, Konspirasi berupaya membunuh King Charles II dan Duke of York tapi gagal.
* 1685, King Charles II meninggal dunia. Duke of York yang beragama
Katolik naik tahta dengan gelar King James II. Konspirasi menyebarkan
desas-desus untuk menentang raja baru itu. Rakyat banyak yang termakan
isu ini. Akibatnya banyak rakyat yang ditangkap pihak kerajaan. Nama
King James II menjadi tidak popular di mata rakyat.
* 1688, setelah King James II sudah tidak lagi mendapat dukungan
rakyatnya, Konspirasi Yahudi Internasional memprovokasi pangeran William
of Orange dari Belanda untuk menyerbu Inggris, dengan dukungan
kapal-kapal perangnya menuju pantai Inggris. King James II akhirnya
turun tahta dan kabur ke Perancis.
* 1689, William of Orange atau William III dan Queen of Mary –keduanya
Protestan—mengukuhkan diri sebagai Raja dan Ratu Inggris. Sementara itu
James II kabur lagi ke Irlandia, sebuah wilayah Katolik. Pasukan Inggris
sendiri terpecah antara yang Protestan dengan yang Katolik. Yang
Protestan mendukung William III sedang yang Katolik berupaya
mengembalikan James II ke tahtanya. Perang saudara pun tak terelakkan
pada 12 Juli 1689.
Sampai sekarang, rakyat Inggris masih mengenang peristiwa tersebut tanpa
banyak yang menyadari bahwa perang saudara itu sesungguhnya sengaja
dibuat oleh Konspirasi Yahudi Internasional, untuk menguasai
perekonomian negara besar Eropa itu. Hasilnya, berdirilah Bank of
England, bank sentral swasta pertama di dunia (1694), yang dimiliki
Konspirasi Yahudi tersebut.
Inggris terus dibuat untuk berperang, sehingga kas kerajaan terkuras dan
hutang bertambah banyak. Jerat yang dipasang para pemilik modal Yahudi
kini telah mengikat mangsanya. Kian lama kian kuat, mencekik. Inggris
pun jatuh ke dalam kekuasaan mereka hanya dengan modal awal £1.250.000!
Dari Inggris Mendirikan AS
Setelah menaklukkan kerajaan Inggris, pihak Konspirasi Yahudi
Internasional kini mengarahkan wajahnya ke sebuah benua baru yang masih
menjadi koloni Inggris di seberang Samudera Atlantik: Amerika. Jauh-jauh
hari sebenarnya mereka telah mempersiapkan hal ini lewat salah seorang
agennya bernama Christopher Colombus. Orang ini merupakan anggota
Knights of Christ, pelaian Templar yang mukim di Italia, Portugis, dan
Spanyol. Semasa remajanya, Colombus malah menjadi orang kepercayaan Rene
de Anjou, Grand Master Persaudaraan di Italia.
Demikianlah, Amerika Serikat memang dipersiapkan jauh-jauh hari sebagai
The Second Promise Land, selain Yerusalem, bagi bangsa Yahudi. Nama lain
kota New York saja adalah The New Jerusalem. Pada 4 Juli 1776,
tokoh-tokoh Mason Amerika menandatangani Declaration of Independence.
Berdirilah satu negara Masonik yang dipersiapkan sebagai The
Headquarter, markas besar, gerakan Ordo Kabbalah dalam menaklukkan dunia
kelak, menuju tatanan dunia baru yang sepenuhnya sekular. Suatu
cita-cita Masonik yang ditorehkan pada lambang negara AS: Novus Ordo
Seclorum
.
Tidak seperti sekarang, Eropa waktu itu merupakan sebuah benua yang
terbagi dalam banyak kerajaan besar kecil, serta sejumlah wilayah kecil
otonom (Principalis), semacam kabupaten yang merdeka, seperti Monaco dan
Lechtenstein. Saat itu Inggris dan Perancis merupakan dua negara
kerajaan yang paling berpengaruh. Setelah Inggris berhasil dikuasai dan
para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara
itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan
Perancis. Baron Rothschild merupakan salah satu tokoh sentral dalam
Konspirasi Yahudi Internasional untuk menaklukkan Perancis.
Tahun 1773, Baron Rothschild dan 12 tokoh Yahudi lainnya berkumpul di
kediamannya di Bavaria. Mereka membahas berbagai perkembangan Eropa
terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris.
Dalam pertemuan inilah, nama Adam Weishaupt disebut oleh Rothschild
sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari
Konspirasi.
Dalam pertemuan itu, Baron Mayer juga membacakan 25 butir strategi
penguasaan dunia yang kelak dalam Kongres Zionis Internasional I di
Basel-Swiss tahun 1897 disahkan dengan nama Protocolat Zionis.
Baron Rothschild
Baron Mayer atau Rothschild I juga mengatakan jika Konspirasi dianggap
terlalu lamban dalam melakukan program yang direncanakan untuk Inggris,
akibatnya penguasaan Inggris secara total terhambat oleh hal-hal kecil.
Namun hal-hal kecil ini bisa dianggap tidak berpengaruh besar bagi upaya
penguasaan oleh Konspirasi. Walau demikian, hal-hal kecil ini dianggap
tidak boleh dibiarkan. Beberapa kelompok berpengaruh di Inggris ada yang
masih mampu bertahan menghadapi Konspirasi.
Rothschild segera memerintahkan agar pelaksanaan program dipercepat dan
menyingkirkan oposisi secepatnya dengan segala cara yang bisa diambil.
Jika perlu, segenap lapisan masyarakat Inggris harus dikuasai dengan
jalan teror atau kekerasan.
Dalam pertemuan itu, Rothschild juga menekankan kepada para undangan
bahwa apa-apa yang telah dihasilkan di Inggris sesungguhnya bukanlah
apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang akan mereka perbuat atas
Perancis. Skema besar untuk meletupkan Revolusi Perancis pun di bahas
dengan serius.
Ini merupakan satu mata rantai dari sejumlah pertemuan para Konspiran
untuk menggodok Revolusi Perancis. Dalam pertemuan di Frankfurt ini,
agenda yang telah dirancang dipermatang dan upaya penggalangan dana pun
di mulai dari ‘markas’ Rothschild tersebut. Menurut penilaian sosiologis
dan psikologi massa yang dilakukan Konspirasi, situasi yang tengah
dihadapi Perancis saat itu memang menggambarkan dengan baik apa yang
sebenarnya tengah terjadi di Eropa: perekonomian tengah lesu, utang
menumpuk, pengangguran di mana-mana, lapangan pekerjaan nyaris tidak
bergerak, sektor industri macet, dan bencana kelaparan di ambang pintu.
Jurang kesenjangan ekonomi yang terjadi antara buruh dan rakyat
kebanyakan dengan para bangsawan, pemilik modal, dan raja-raja demikian
besar dan dalam. Menurut teori revolusi, dalam kondisi demikian buruk,
massa rakyat telah siap untuk menyambut siapa pun yang tampil secara
meyakinkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Massa rakyat
telah menjadi semacam tumpukan jerami kering yang hanya dengan percikan
api sedikit saja akan bisa terbakar dan meluas dengan sangat cepat.
Kondisi di Perancis merupakan yang terparah.
Di tengah kondisi demikian, lewat corong media yang dikuasainya,
Konspirasi meniupkan aneka slogan yang muluk-muluk dan melemparkan semua
kesalahan kepada penguasa dan orang-orang kaya, sehingga rakyat
Perancis kian membenci mereka. Kehancuran dan kerusuhan tinggal menunggu
hitungan hari. Sebuah rencana besar siap digelindingkan oleh
Konspirasi.
Salah satu rumus baku dalam gerakan massa adalah: menjelek-jelekkan masa
sekarang, di saat bersamaan mengingatkan massa rakyat akan kegemilangan
masa lampau dan meyakinkan massa rakyat bahwa masa depan akan bisa
menjadi lebih gemilang, mengulangi masa-masa keemasan di zaman silam,
jika massa rakyat mau dan siap bergerak menumbangkan status-quo. Ini
berlaku di mana saja.
Untuk menyatukan langkah gerakan massa, Konspirasi menciptakan tiga
slogan gerakan: Liberté, Egalité, dan Fraternité (Kemerdekaan,
Persamaan, dan Persaudaraan). Sebuah slogan yang mampu membius massa
rakyat Perancis sehingga rela mengorbankan apa saja demi memenuhinya.
Slogan ini secara terus-menerus diperdengarkan ke telinga rakyat
Perancis sehingga setiap orang Perancis saat itu sangat hapal dengan
tiga istilah di atas saat itu, bahkan kemudian dunia juga hafal.
Walau terdengar sangat indah, namun tiga istilah di atas bagi Konspirasi
Yahudi Internasional memiliki arti yang sama sekali beda. Bagi kelompok
ini, Liberté sesungguhnya berarti Kemerdekaan bagi mereka, kebebasan
bagi mereka, bagi para pemilik modal, untuk berbuat apa saja terhadap
Perancis.
Egalité yang sesungguhnya bermakna Persamaan, bagi Konspirasi diartikan
sebagai persamaan di kalangan mereka untuk bisa bersama-sama, gotong
royong, di dalam usahanya menguasai perekonomian Perancis.
Sedangkan Fraternité memiliki arti sebagai Persaudaraan antara kelompok
mereka sendiri, di mana di dalam setiap usahanya, mereka harus saling
tolong-menolong, bantu-membantu, agar kepentingan kelompok mereka bisa
dicapai. Inilah hakikat tiga slogan Revolusi Perancis. Jadi Persaudaraan
hanya terbatas pada kelompoknya saja.
Pada 14 Juli 1789, massa rakyat berbondong-bondong menuju penjara
Bastille, perancis. Penjara yang bagaikan benteng itu dibakar. Para
narapidana melarikan diri dan menimbulkan kerusuhan dan perampokan di
mana-mana. Penyerbuan ke penjara benteng Bastille ini menandai di
mulainya Revolusi Perancis. Hari demi hari berjalan dengan perkmebangan
yang tidak bisa diduga. King Louis XVI dan Marie Antoinette ditangkap
dan dijebloskan kedalam penjara. Tidak lama kemudian keduanya dihukum
mati, di pancung di atas Guilotin.
Mirabeau
Mirabeau yang awalnya didukung Konspirasi, kini malah diburu. Dia
sebenarnya seorang yang cerdas, dan menjadi curiga dan dengan cepat ia
menyadari akan bahaya yang mengancam dirinya. Namun Mirabeau terlambat,
mesin propaganda Konspirasi telah bekerja begitu cepat dan efektif
melancarkan fitnah terhadapnya. Gagal menyeret Mirabeau ke pengadilan,
akhirnya pihak Konspirasi meracuni Mirabeau hingga tokoh ini menemui
ajal. Jenazah Mirabeau diatur sedemikian rupa untuk mengesankan dia
bunuh diri. Sejumlah selebaran dan berita-berita yang mendukung ‘bunuh
diri’ Mirabeau ini dicetak dan disebarluaskan ke Eropa.
Kematian Mirabeau kemudian diikuti dengan berkuasanya pemerintahan teror
di Perancis. Pada masa ini, tiap hari rakyat Perancis menyaksikan
ribuan orang tiap hari digiring menuju pisau Guilotin. Roberspierre dan
Danton ditugaskan Konspirasi untuk menjadi algojonya. Setelah dianggap
menyelesaikan tugasnya, kedua orang ini, Roberspierre dan Danton pun
dibunuh dengan keji. Pemerintahan teror mencapai puncaknya antara
tanggal 27 April hingga 27 Juli 1794.
Satu hari sebelum Roberspierre diseret ke tempat hukuman mati, di depan
Majelis Nasional, Roberspierre sempat menyampaikan orasi yang menyerang
Konspirasi dan membuka tirai mereka dengan mengatakan ada sebuah
organisasi rahasia yang bekerja dan menjadi dalang Revolusi Perancis.
Roberspierre dengan tegas mengatakan,
“Aku tidak berani menyebut nama mereka di tempat ini dan disaat ini
pula. Aku juga tidak bisa membuka tirai yang menutupi kelompok ini sejak
awal terjadinya peristiwa revolusi. Akan tetapi, aku bisa meyakinkan
anda sekalian, dan aku percaya sepenuhnya, bahwa di antara penggerak
revolusi ini ada kaki tangan yang diperalat dan melakukan kegiatan
amoral dan penyuapan besar-besaran. Kedua sarana itu merupakan taktik
yang paling efektif untuk menghancurkan negeri kita yang kita cintai
ini…”
Roberspierre, seorang Mason yang diberi kesempatan lebih untuk
mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya, ternyata dinilai 13
petinggi Konspirasi Yahudi Internasional telah bertindak melampaui
batas. Mereka menetapkan jika Roberspierre harus mati. Maka dalam waktu
dekat, Roberspierre pun diseret ke tempat hukuman mati dengan tuduhan
yang dibuat-buat.
Source :
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/rothschild-bank-inggris-dan-the-federal-reserve-1.htm
http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/151109/1495676/6/bakrie-go-international-bersama-rothschild
PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) menggelar aksi menggemparkan dengan
melakukan tukar guling saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Vallar
milik Rothschild, keluarga bankir terkaya di dunia. Transaksi ini
membuat BNBR menjadi perusahaan di tingkat internasional.
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/11/18/brk,20101118-292518,id.html
Perusahaan milik keluarga Rothschild, Vallar Plc, pada Selasa lalu
mengumumkan transaksi tukar guling 75 persen saham Berau dan 25 persen
saham Bumi.
"Transaksi ini bernilai US$ 3 miliar yang akan dibayar dengan tunai dan
saham Vallar," kata Direktur Vallar Nathaniel Rothschild melalui
telekonferensi di Jakarta
Indonesia tanah airku... tempatku dilahirkan dan dibesarkan... negara yang kaya sumber alamnya... akan selalu jaya hingga akhir masa... Indonesia dimerdekakan bertujuan untuk menyejahterakan seluruh warganegaranya...
Jumat, 19 November 2010
Kamis, 18 November 2010
KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Jln. HR Rasuna Said Kav C-1 Jakarta 12920
Telp: (021) 2557 8300
www.kpk.go.id
Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi:
Direktorat Pengaduan Masyarakat PO BOX 575 Jakarta 10120
Telp: (021) 2557 8389
Faks: (021) 5289 2454
SMS: 08558 575 575, 0811 959 575
Email: pengaduan@kpk.go.id
Informasi LHKPN:
Telp: (021) 2557 8396
Email :informasi.lhkpn@kpk.go.id
Informasi Gratifikasi:
Telp: (021) 2557 8440
Hubungan Masyarakat:
Telp: (021) 2557 8498
Faks: (021) 5290 5592
Email: informasi@kpk.go.id
Implementasi Teknologi Informasi Dalam Penatausahaan Hasil Hutan
Implementasi Teknologi Informasi Dalam Penatausahaan Hasil Hutan
Friday, 04 December 2009 00:00
Hutan
indonesia adalah salah satu hutan terbesar didunia yang mempunyai peran
besar dalam ekosistem bumi, sebagai hutan hujan tropis, hutan Indonesia
sesungguhnya berpotensi mensejahteraan bangsa, salah satunya adalah
hasil hutan berupa kayu yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan
tersebut, karena nilai ekonomi yang sangat besar dari nilai hutan kita,
maka berbbagai pihak ingin memanfaatkannya untuk berbagai kepentingan,
termasuk para Ilegal logger atau para penjarah hutan. Untuk melindungi
hutan dari perambahan, penjarahan serta perusakan lainnya, pemerintah
Indonesi menempuh berbagai cara, tujuannya tentu saja agar hutan kita
tetap lestari dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Beberapa
peraturan yang ditujukan untuk melindungi hutan agar tetap lestari
serat menjamin penerimaan negara serta legalitas hasil hutan telah
dikeluarkan, antara lain adalah Permenhut No. P.55/Menhut-II/2006 jo.
P.63/Menhut-II/2006 Tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang berasal dari
hutan negara dan Permenhut No. P.18/Menhut-II/2007 tentang Petunjuk
Teknis dan tata cara pemungutan dan pembayaran PSDH DR. Untuk mendukung
pelaksanaannya Departemen Kehutanan melalui Direktorat Bina Iuran dan
Peredaran Hasil Hutan Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan
membangun sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan dan Penatausahaan
PSDH DR berbasis teknologi informasi atau SI-PUHH Online berbasis
website yang dapat di akses pada alamat http://puhh.dephut.go.id
Sistem
Informasi SI-PUHH Online ini melibatkan semua pihak terkait, pelaku
usaha di bidang kehutanan serta petugas instansi kehutanan dipusat dan
daerah, dalam pelaksanaannya proses pembuatan dan penerbitan dokumen
oleh pihak terkait akan lebih mudah dilakukan secara self assesment
langsung dikirim atau disimpan dalam database dipusat maupun daerah.
Melalui Permenhut No. P.8/Menhut-II/2009
tentang perubahan kedua atas Permenhut No. P.55/Menhut-II/2006 tentang
Penatausahaan Hasil Hutan yang berasal dari Hutan Negara pemerintah akan
mengimplementasikan SIPUHH dan PU PSDHDR Online ini secara Nasional dan
dalam Permenhut P.45/Menhut-II/2009 tentang Perubahan Ketiga Permenhut
No. P.55/’Menhut-II/2006, Implementasi SI-PUHH Online dimulai sejak 1
September 2009.
Implementasi
SI-PUHH Online ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya baik bagi
pemerintah maupun unit usaha, Bagi dunia Usaha dapat meningkatkan
efektivitas dan efisiensi proses pembuatan Laporan Produksi (LHP),
Pembayaran PSDH DR dan penerbitan dokumen pengankutan atau peredaran
Hasil Hutan, memberikan kepastian hukum terhadap hasil hutan yang
diproduksi karena dapat dibuktikan legalitasnya melalui sistem lacak
balak atau Chain of Custody (CoC). Manfaat yang diperoleh dalam
Implementasi SI-PUHH Online ini adalah keterlacakan kayu dari blok
tebangan, Tempat Penimbunan Kayu (TPn), Tempat Pengumpulan Kayu (TPK),
TPK antara hingga ke industri berikut dokumen yang menyertainya,
meningkatkan monitoring penatausahaan hasil hutan, dan memudahkan
perekaman data dan pelaporan penatausahaan hasil hutan. Secara umum
dengan menerapkan SI-PUHH Online verifikasi dokumen dan
tanda sah atau legalitas hasil hutan dapat dilaksanakan dengan cepat dan
akurat tanpa kendala ruang dan waktu, demikian pula dengan penelusuran
setiap batang logs atau timber tracking atau Chain of Custody (CoC),
karena itu SI-PUHH Online sangat diperlukan dalam pelaksanaan Sistem
Verifikasi Sahnya Kayu (SVSK) sebagai instrumen utama proses kesepakatan
kemitraan sukarela atau Voluntery Partnership Acruitment (VPA) antara
pemerinta Indonesia dan Uni Eropa.
SI-PUHH
Online dimulai dari kegiatan pembuatan Laporan Produksi dari TPK hutan
sampai dengan pengangkutan kayu bulat dari TPK Hutan sampai ke TPK
Industri. Di TPK Hutan Kayu bulat hasil tebangan dipasang label barcode
dua dimensi dengan nomor identitas yang unik sebagai tanda legalitas
pada tiap log/kayu. Pada label barcode tercantum informasi secara
spesifik mengenai individu log/kayu hingga dokumen yang digunakan dalam
pengangkutannya. Selain itu barcode tersebut juga dapat digunakan
sebagai alat monitoring peredaran kayu/log tersebut. ID Barcode dicetak
pada media dengan ketahanan yang cukup tinggi terhadap robek, resin,
bensin, alkohol dan cuaca. kemudian data identitas tiap batang kayu
bulat dimasukan kedalam aplikasi SI-PUHH Online melalui Handheld Remote
Capture (HRC) dan dibuatkan usulan Laporan Hasil Produksi (ULHP) setiap
pertengahan dan akhir bulan. P2LHP mendownload data ULHP dari aplikasi
SI-PUHH Online dan dimasukan ke dalam HRC untuk selanjutnya melakukan
pemeriksaan dan Pengesahan LHP. Jika dalam 2 kali 24 jam P2LHP tidak
berada di tempat maka pihak IUPHHK dapat mengesahkan LHP secara Self
Assessment. Selanjutnya Pejabat penagih akan mendapatkan data LHP yang
disahkan untuk selanjutnya diterbitkan SPP PSDH DR, setelah PSDH DR
dilunasi maka dimasukan bukti pembayaran ke dalam aplikasi SI-PUHH
Online secara online sistem. Kayu bulat yang telah dibayarkan PSDH DR
dapat diangkut dengan disertai SKSKB/FAKB yang diterbitkan secara self
assessment dan didistribusikan oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia
(APHI). Terhadap kayu bulat yang diangkut hanya dapat dilakukan
pemeriksaan ditempat tujuan dengan menggunakan alat Handheld Remote
Capture (HRC) dan atau dipantau melalui sistem online. Setelah sampai
ditempat tujuan, P3KB mematikan dokumen pengangkutan kayu dan melakukan
pemeriksaan fisik kayu bulat menggunakan Handheld Remote Capture (HRC)
berdasarkan data DKB yang didownload dari aplikasi SI-PUHH Online.
Mulai
1 September 2009, SI-PUHH Online secara wajib diberlakukan pada IUPHHK
dengan AAC > 60.000 M³ per tahun dan beberapa IUPHHK Peserta Ujicoba
Implementasi SI-PUHH Online dengan AAC < 60.000 M³ per tahun seperti
yang diatur dalam Permenhut No. P.8/Menhut-II/2009. Terdapat 12 IUPHHK
di Provinsi Papua yang diwajibkan mengimplementasikan SI-PUHH Online
yaitu :
|
No
|
Nama IUPHHK-HA
|
AAC
|
Kabupaten
|
|
1
|
PT. Bade Makmur Orissa
|
198.000
|
Boven Digul
|
|
2
|
PT. Bina Balantak Utama
|
146.230
|
Sarmi
|
|
3
|
PT. Diadyani Timber
|
108.000
|
Mimika
|
|
4
|
PT. Hanurata Co. Ltd (Jayapura)
|
123.455
|
Jayapura
|
|
5
|
PT. Jati Dharma Indah
|
69.848
|
Nabire
|
|
6
|
PT. Mamberamo Alas Mandiri
|
231.000
|
Mamberamo Raya
|
|
7
|
PT. Mondialindo Setya Pratama
|
65.942
|
Sarmi
|
|
8
|
PT. Rimba Megah Lestari
|
194.922
|
Asmat
|
|
9
|
PT. Salaki Mandiri Sejahtera
|
61.197
|
Sarmi
|
|
10
|
PT. Tunas Sawaerma
|
128.360
|
Boven Digul
|
|
11
|
PT. Wapoga Mutiara Timber III
|
225.416
|
Waropen
|
|
12
|
PT. Wapoga Mutiara Timber II
|
75,148
|
Sarmi
|
Hingga
saat ini, IUPHHK PT. Salaki Mandiri Sejahtera telah mengimplementasikan
SI-PUHH Online. Data produksi dan pembayaran PSDH DR untuk LHP Nomor
18/LHP-KB/SMS/IX/2009 tanggal 30 September 2009 saat ini sudah dapat di
lihat masyarakat dengan mengakses website SI-PUHH Online di alamat
http://puhh.dephut.go.id.
Dalam
implementasi SI-PUHH Online di provinsi papua, masih terdapat berbagai
hambatan di lapangan antara lain kesiapan fasilitas pendukung (HRC,
Barcode Printer, Jaringan Akses Internet) dan juga tenaga operator untuk
mengoperasikan peralatan dan aplikasi berbasis internet yang dimiliki
pihak instansi kehutanan maupun pihak IUPHHK. Dengan pertimbangan
tersebut pada tanggal 16 September 2009 bertempat di kantor BPPHP XVII
Jayapura diadakan rapat antara pihak terkait (Instansi Pemerintah maupun
IUPHHK) guna mengevaluasi kesiapan Provinsi Papua dalam Implementasi
SI-PUHH Online dengan hasil bahwa belum ada satu pihak pun yang siap.
Hasil rapat ini kemudian dilaporkan ke Direktur Jenderal Bina Produksi
Kehutanan Departemen Kehutanan di Jakarta. Hingga awal Desember 2009,
terdapat beberapa IUPHHK yang telah siap dalam implementasi SI-PUHH
Online antara lain IUPHHK. PT. Salaki Mandiri Sejahtera, IUPHHK. PT.
Wapoga Mutiara Timber dan IUPHHK. PT. Mamberamo Alas Mandiri baik dari
fasilitas pendukung maupun Tenaga Operator namun masih belum bisa
dilaksanakan dilapangan karena belum ditunjang dengan kesiapan pihak
Instansi Kehutanan yang terkait.
Apabila
implementasi SI-PUHH Online ini dilaksanakan oleh semua pihak terkait
dengan benar dan konsisten maka sah atau tidaknya suatu produk kayu
dapat ditelusuri dari dokumen yang menyertainya dengan dokumen-dokumen
sah satu langkah kebelakang, sehingga pada akhirnya dapat diketahui pula
keabsahan asal usul sumber kayunya. Dengan demikian diperlukan adanya
upaya-upaya percepatan yang sinergi antara pihak-pihak yang terkait
secara aktif dilapangan agar manfaat Implementasi SI-PUHH Online dapat
tercapai. Untuk ke depannya, akan diwajibkan juga SI-PUHH Online
diterapkan pada IUPHHK dengan AAC > 60.000 M³ per tahun. Dengan
demikian nantinya hanya kayu bulat produksi IUPHHK yang terverifikasi
dengan system ini yang dinyatakan kayu legal.
Antara Berbakti Kepada Orang Tua dan Taat Kepada Suami
Assalamu'alaikum wr wb,
Antara Berbakti Kepada Orang Tua dan Taat Kepada Suami
Memilih antara menuruti keinginan suami atau tunduk kepada perintah orangtua merupakan dilema yang banyak dialami kaum wanita yang telah menikah. Bagaimana Islam mendudukkan perkara ini?
Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ
“Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka…” (An-Nisa’: 34)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu1.”
Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2.”
Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah x, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.”
At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan3.”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadits ini hasan4.” Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan lafadznya:
لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ، لِمَا جَعَلَ اللهُ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحُقُوْقِ
“…niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.”5
Dalam Al-Musnad dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا، وَاَّلذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرَقِ رَأْسِهِ قَرْحَةً تَجْرِي بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيْدِ، ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلحسَتْهُ مَا أَدّّتْ حَقَّهُ
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan hak suaminya.”6
Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah x dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَوْ أَنَّ رَجُلاً أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ، وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ لَكاَنَ لَهَا أَنْ تَفْعَلَ
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.”7
Demikian pula dalam Al-Musnad, Sunan Ibni Majah, dan Shahih Ibni Hibban dari Abdullah ibnu Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
لمَاَّ قَدِمَ مُعَاذٌ مِنَ الشَّام ِسَجَدَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: مَا هذَا يَا مُعَاذُ؟ قَالَ: أَتَيْتُ الشَّامَ فَوَجَدْتُهُمْ يَسْجُدُوْنَ لِأَسَاقِفَتِهِمْ وَبَطَارِقَتِهِمْ، فَوَدِدْتُ فِي نَفْسِي أَنْ تَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ .فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَفْعَلُوا ذَلِكَ، فَإِنِّي لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللهِ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ
رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا، وَلَوْ سَأََلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ
Tatkala Mu’adz datang dari bepergiannya ke negeri Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau menegur Mu’adz, “Apa yang kau lakukan ini, wahai Mu’adz?”
Mu’adz menjawab, “Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau lakukan hal itu, karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya8.”
Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا رَجُلٍ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَلَوْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ
“Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya9 maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
Diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam Shahih-nya dan At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan10.”
Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْئَ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
“Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”11
Hadits-hadits dalam masalah ini banyak sekali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suami adalah tuan (bagi istrinya) sebagaimana tersebut dalam Kitabullah.” Lalu ia membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ
“Dan keduanya mendapati sayyid (suami) si wanita di depan pintu.” (Yusuf: 25)
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nikah itu adalah perbudakan. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat/memerhatikan kepada siapa ia memperbudakkan anak perempuannya.”
Dalam riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّمَا هُنَّ عِنْدَكُمْ عَوَانٌ
“Berwasiat kebaikanlah kalian kepada para wanita/istri karena mereka itu hanyalah tawanan di sisi kalian.”12
Dengan demikian seorang istri di sisi suaminya diserupakan dengan budak dan tawanan. Ia tidak boleh keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya baik ayahnya yang memerintahkannya untuk keluar, ataukah ibunya, atau selain kedua orangtuanya, menurut kesepakatan para imam.
Apabila seorang suami ingin membawa istrinya pindah ke tempat lain di mana sang suami menunaikan apa yang wajib baginya dan menjaga batasan/hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara istrinya, sementara ayah si istri melarang si istri tersebut untuk menuruti/menaati suami pindah ke tempat lain, maka si istri wajib menaati suaminya, bukannya menuruti kedua orangtuanya. Karena kedua orangtuanya telah berbuat zalim. Tidak sepantasnya keduanya melarang si wanita untuk menaati suaminya. Tidak boleh pula bagi si wanita menaati ibunya bila si ibu memerintahnya untuk minta khulu' kepada suaminya atau membuat suaminya bosan/jemu hingga suaminya menceraikannya. Misalnya dengan menuntut suaminya agar memberi nafkah dan pakaian (melebihi kemampuan suami) dan meminta mahar yang berlebihan13, dengan tujuan agar si suami menceraikannya. Tidak boleh bagi si wanita untuk menaati salah satu dari kedua orangtuanya agar meminta cerai kepada suaminya, bila
ternyata suaminya seorang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam urusan istrinya. Dalam kitab Sunan yang empat14 dan Shahih Ibnu Abi Hatim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس َفَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Wanita mana yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada apa-apa15 maka haram baginya mencium wanginya surga.”16
Dalam hadits yang lain:
الْمُخْتَلِعَاتُ وَالْمُنْتَزِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ
“Istri-istri yang minta khulu’17 dan mencabut diri (dari pernikahan) mereka itu wanita-wanita munafik.”18
Adapun bila kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya memerintahkannya dalam perkara yang merupakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, misalnya ia diperintah untuk menjaga shalatnya, jujur dalam berucap, menunaikan amanah dan melarangnya dari membuang-buang harta dan bersikap boros serta yang semisalnya dari perkara yang Allah l dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan atau yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikerjakan, maka wajib baginya untuk menaati keduanya dalam perkara tersebut. Seandainya pun yang menyuruh dia untuk melakukan ketaatan itu bukan kedua orangtuanya maka ia harus taat. Apalagi bila perintah tersebut dari kedua orangtuanya.
Apabila suaminya melarangnya dari mengerjakan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan atau sebaliknya menyuruh dia mengerjakan perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala larang maka tidak ada kewajiban baginya untuk taat kepada suaminya dalam perkara tersebut. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.”19
Bahkan seorang tuan (ataupun raja) andai memerintahkan budaknya (ataupun rakyatnya/orang yang dipimpinnya) dalam perkara maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak boleh bagi budak tersebut menaati tuannya dalam perkara maksiat. Lalu bagaimana mungkin dibolehkan bagi seorang istri menaati suaminya atau salah satu dari kedua orangtuanya dalam perkara maksiat? Karena kebaikan itu seluruhnya dalam menaati Allah l dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaliknya kejelekan itu seluruhnya dalam bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Majmu’atul Fatawa, 16/381-383).
Wallahu a’lam bish-shawab.
1 HR. Ahmad (2/168) dan Muslim (no. 3628), namun hanya sampai pada lafadz:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
Selebihnya adalah riwayat Ahmad dalam Musnad-nya (2/251, 432, 438) dan An-Nasa’i. Demikian pula Al-Baihaqi, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النِّساَءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَلَا فِي مَالِهِ بِمَا يَكْرَهُ
Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita (istri) yang bagaimanakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya.” (Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa’ul Ghalil no. 1786)
2 Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 660.
3 HR. At-Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854, didhaifkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Dha'if Sunan At-Tirmidzi dan Dhaif Sunan Ibni Majah.
4 HR. At-Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, “Hasan Shahih.”
5 HR. Abu Dawud no. 2140, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud.
6 HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu Nu’aim dalam Ad-Dala’il (137). Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad (10/513), cet. Darul Hadits, Al-Qahirah.
7 HR. Ahmad (6/76) dan Ibnu Majah no. 1852, didhaifkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Dha’if Sunan Ibni Majah.
8 HR. Ahmad (4/381) dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Ibni Majah, “Hasan Shahih.” Lihat pula Ash-Shahihah no. 1203.
9 Kinayah dari jima'. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ar-Radha’, bab Ma Ja’a fi Haqqiz Zauj alal Mar’ati)
10 HR. At-Tirmidzi no. 1160 dan Ibnu Hibban no. 1295 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3257 dan Ash-Shahihah no. 1202.
11 HR. Al-Bukhari no. 5193.
12 HR. At-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Shahih Sunan Ibni Majah.
13 Misalnya maharnya tidak tunai diberikan oleh sang suami saat akad namun masih hutang, dan dijanjikan di waktu mendatang setelah pernikahan.
14 Yaitu Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah.
15 Lafadz: ((مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس)) maksudnya tanpa ada kesempitan yang memaksanya untuk meminta pisah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li'an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali'at)
16 HR. At-Tirmidzi no. 1187, Abu Dawud no. 2226, Ibnu Majah no. 2055, dan Ibnu Hibban no. 1320 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, dll.
17 Tanpa ada alasan yang menyempitkannya. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li’an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali’at)
18 HR. Ahmad 2/414 dan Tirmidzi no. 1186, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Tirmidzi, Ash-Shahihah no. 633, dan Al-Misykat no. 3290. Mereka adalah wanita munafik yaitu bermaksiat secara batin, adapun secara zahir menampakkan ketaatan. Ath-Thibi berkata, “Hal ini dalam rangka mubalaghah (berlebih-lebihan/sangat) dalam mencerca perbuatan demikian.” (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li’an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali’at)
19 HR. Ahmad 1/131, kata Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam ta’liqnya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad, “Isnadnya shahih.”
Sumber:
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=754
===
Antara Berbakti Kepada Orang Tua dan Taat Kepada Suami
Memilih antara menuruti keinginan suami atau tunduk kepada perintah orangtua merupakan dilema yang banyak dialami kaum wanita yang telah menikah. Bagaimana Islam mendudukkan perkara ini?
Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ
“Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka…” (An-Nisa’: 34)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu1.”
Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2.”
Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah x, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.”
At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan3.”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadits ini hasan4.” Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan lafadznya:
لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ، لِمَا جَعَلَ اللهُ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحُقُوْقِ
“…niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.”5
Dalam Al-Musnad dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا، وَاَّلذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرَقِ رَأْسِهِ قَرْحَةً تَجْرِي بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيْدِ، ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلحسَتْهُ مَا أَدّّتْ حَقَّهُ
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan hak suaminya.”6
Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah x dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَوْ أَنَّ رَجُلاً أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ، وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ لَكاَنَ لَهَا أَنْ تَفْعَلَ
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.”7
Demikian pula dalam Al-Musnad, Sunan Ibni Majah, dan Shahih Ibni Hibban dari Abdullah ibnu Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
لمَاَّ قَدِمَ مُعَاذٌ مِنَ الشَّام ِسَجَدَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: مَا هذَا يَا مُعَاذُ؟ قَالَ: أَتَيْتُ الشَّامَ فَوَجَدْتُهُمْ يَسْجُدُوْنَ لِأَسَاقِفَتِهِمْ وَبَطَارِقَتِهِمْ، فَوَدِدْتُ فِي نَفْسِي أَنْ تَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ .فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَفْعَلُوا ذَلِكَ، فَإِنِّي لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللهِ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ
رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا، وَلَوْ سَأََلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ
Tatkala Mu’adz datang dari bepergiannya ke negeri Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau menegur Mu’adz, “Apa yang kau lakukan ini, wahai Mu’adz?”
Mu’adz menjawab, “Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau lakukan hal itu, karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya8.”
Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا رَجُلٍ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَلَوْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ
“Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya9 maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
Diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam Shahih-nya dan At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan10.”
Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْئَ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
“Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”11
Hadits-hadits dalam masalah ini banyak sekali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suami adalah tuan (bagi istrinya) sebagaimana tersebut dalam Kitabullah.” Lalu ia membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ
“Dan keduanya mendapati sayyid (suami) si wanita di depan pintu.” (Yusuf: 25)
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nikah itu adalah perbudakan. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat/memerhatikan kepada siapa ia memperbudakkan anak perempuannya.”
Dalam riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّمَا هُنَّ عِنْدَكُمْ عَوَانٌ
“Berwasiat kebaikanlah kalian kepada para wanita/istri karena mereka itu hanyalah tawanan di sisi kalian.”12
Dengan demikian seorang istri di sisi suaminya diserupakan dengan budak dan tawanan. Ia tidak boleh keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya baik ayahnya yang memerintahkannya untuk keluar, ataukah ibunya, atau selain kedua orangtuanya, menurut kesepakatan para imam.
Apabila seorang suami ingin membawa istrinya pindah ke tempat lain di mana sang suami menunaikan apa yang wajib baginya dan menjaga batasan/hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara istrinya, sementara ayah si istri melarang si istri tersebut untuk menuruti/menaati suami pindah ke tempat lain, maka si istri wajib menaati suaminya, bukannya menuruti kedua orangtuanya. Karena kedua orangtuanya telah berbuat zalim. Tidak sepantasnya keduanya melarang si wanita untuk menaati suaminya. Tidak boleh pula bagi si wanita menaati ibunya bila si ibu memerintahnya untuk minta khulu' kepada suaminya atau membuat suaminya bosan/jemu hingga suaminya menceraikannya. Misalnya dengan menuntut suaminya agar memberi nafkah dan pakaian (melebihi kemampuan suami) dan meminta mahar yang berlebihan13, dengan tujuan agar si suami menceraikannya. Tidak boleh bagi si wanita untuk menaati salah satu dari kedua orangtuanya agar meminta cerai kepada suaminya, bila
ternyata suaminya seorang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam urusan istrinya. Dalam kitab Sunan yang empat14 dan Shahih Ibnu Abi Hatim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس َفَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Wanita mana yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada apa-apa15 maka haram baginya mencium wanginya surga.”16
Dalam hadits yang lain:
الْمُخْتَلِعَاتُ وَالْمُنْتَزِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ
“Istri-istri yang minta khulu’17 dan mencabut diri (dari pernikahan) mereka itu wanita-wanita munafik.”18
Adapun bila kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya memerintahkannya dalam perkara yang merupakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, misalnya ia diperintah untuk menjaga shalatnya, jujur dalam berucap, menunaikan amanah dan melarangnya dari membuang-buang harta dan bersikap boros serta yang semisalnya dari perkara yang Allah l dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan atau yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikerjakan, maka wajib baginya untuk menaati keduanya dalam perkara tersebut. Seandainya pun yang menyuruh dia untuk melakukan ketaatan itu bukan kedua orangtuanya maka ia harus taat. Apalagi bila perintah tersebut dari kedua orangtuanya.
Apabila suaminya melarangnya dari mengerjakan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan atau sebaliknya menyuruh dia mengerjakan perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala larang maka tidak ada kewajiban baginya untuk taat kepada suaminya dalam perkara tersebut. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.”19
Bahkan seorang tuan (ataupun raja) andai memerintahkan budaknya (ataupun rakyatnya/orang yang dipimpinnya) dalam perkara maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak boleh bagi budak tersebut menaati tuannya dalam perkara maksiat. Lalu bagaimana mungkin dibolehkan bagi seorang istri menaati suaminya atau salah satu dari kedua orangtuanya dalam perkara maksiat? Karena kebaikan itu seluruhnya dalam menaati Allah l dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaliknya kejelekan itu seluruhnya dalam bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Majmu’atul Fatawa, 16/381-383).
Wallahu a’lam bish-shawab.
1 HR. Ahmad (2/168) dan Muslim (no. 3628), namun hanya sampai pada lafadz:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
Selebihnya adalah riwayat Ahmad dalam Musnad-nya (2/251, 432, 438) dan An-Nasa’i. Demikian pula Al-Baihaqi, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النِّساَءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَلَا فِي مَالِهِ بِمَا يَكْرَهُ
Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita (istri) yang bagaimanakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya.” (Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa’ul Ghalil no. 1786)
2 Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 660.
3 HR. At-Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854, didhaifkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Dha'if Sunan At-Tirmidzi dan Dhaif Sunan Ibni Majah.
4 HR. At-Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, “Hasan Shahih.”
5 HR. Abu Dawud no. 2140, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud.
6 HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu Nu’aim dalam Ad-Dala’il (137). Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad (10/513), cet. Darul Hadits, Al-Qahirah.
7 HR. Ahmad (6/76) dan Ibnu Majah no. 1852, didhaifkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Dha’if Sunan Ibni Majah.
8 HR. Ahmad (4/381) dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Ibni Majah, “Hasan Shahih.” Lihat pula Ash-Shahihah no. 1203.
9 Kinayah dari jima'. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ar-Radha’, bab Ma Ja’a fi Haqqiz Zauj alal Mar’ati)
10 HR. At-Tirmidzi no. 1160 dan Ibnu Hibban no. 1295 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3257 dan Ash-Shahihah no. 1202.
11 HR. Al-Bukhari no. 5193.
12 HR. At-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Shahih Sunan Ibni Majah.
13 Misalnya maharnya tidak tunai diberikan oleh sang suami saat akad namun masih hutang, dan dijanjikan di waktu mendatang setelah pernikahan.
14 Yaitu Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah.
15 Lafadz: ((مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس)) maksudnya tanpa ada kesempitan yang memaksanya untuk meminta pisah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li'an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali'at)
16 HR. At-Tirmidzi no. 1187, Abu Dawud no. 2226, Ibnu Majah no. 2055, dan Ibnu Hibban no. 1320 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, dll.
17 Tanpa ada alasan yang menyempitkannya. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li’an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali’at)
18 HR. Ahmad 2/414 dan Tirmidzi no. 1186, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Tirmidzi, Ash-Shahihah no. 633, dan Al-Misykat no. 3290. Mereka adalah wanita munafik yaitu bermaksiat secara batin, adapun secara zahir menampakkan ketaatan. Ath-Thibi berkata, “Hal ini dalam rangka mubalaghah (berlebih-lebihan/sangat) dalam mencerca perbuatan demikian.” (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Li’an, bab Ma Ja’a fil Mukhtali’at)
19 HR. Ahmad 1/131, kata Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam ta’liqnya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad, “Isnadnya shahih.”
Sumber:
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=754
===
Senin, 23 Agustus 2010
Mike Lazaridis Sang Penemu Blackberry
Lazaridis (48 tahun)
adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan
internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan
berpengaruh bagi masyarakat dunia. Alasannya: ia penemu BlackBerry.
Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.
BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.
BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!
Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.
Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.
Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.
Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.
RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry.
BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.
BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!
Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.
Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.
Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.
Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.
RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry.
Hal yang patut kita tiru, biarpun
sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia
tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia
tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai
manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar
biasa!
sumber www.andriewongso.com
Cinta dan waktu
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika,
datang badai menghempas pulau kesil itu dan air laut tiba-tiba naik
dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat
berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan
sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu. Ia berdiri di
tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik
membasahi kaki CINTA.
Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu “KEKAYAAN!!KEKAYAAN!!Tolong aku!!” teriak CINTA. “ Aduh! Maaf, CINTA!” kata KEKAYAAN.
“ Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu
serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu
di perahuku ini.” Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mangayuh perahunya pergi.
CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA.
Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai kepinggang dan CINTA semakin panic. Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN!Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA. “Wah CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak- isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. “ Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu,” kata CINTA. “ Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.
CINTA putus asa. Ia merasakan air maki naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “CINTA! Mari cepat naik perahuku!” CINTA menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera
menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.” Oh, orang tua tadi? Dia adalah WAKTU.”
Kata orang itu. “ Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak
mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolong aku”
tanya CINTA heran. “Sebab,..” kata orang itu, “ Hanya WAKTUlah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu…”
Semangkok bakso
Dikisahkan, biasanya di hari ulang
tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan
kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri,
meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan
kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"
Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.
"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.
"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.
"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."
"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."
Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,
"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.
Teman-teman yang luar biasa,
Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.
Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri.
Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.
"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"
Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.
"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.
"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.
"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."
"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."
Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,
"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.
Teman-teman yang luar biasa,
Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.
Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri.
Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.
andriewongso
Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh
Seorang teman mengirimkan kisah ini
kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa
sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga
teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut.
Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun
sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah,
setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan.
Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa
pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan
tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar
akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena
memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.
Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali
lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah
bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka
dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus
tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan
siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kcang yang telah
bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.
Setelah diabsensi ternyata satu orang
tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu
menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan
ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa
bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan
bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal
ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua
persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh
subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.
"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya;
"Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya.
Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.
"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.
Beri perhatian lebih pada karakter dari pada reputasi, karena karakter adalah diri sebenarnya, sementara reputasi hanya anggapan orang tentang anda. (John Wooden)
subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.
"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya;
"Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya.
Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.
"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.
Beri perhatian lebih pada karakter dari pada reputasi, karena karakter adalah diri sebenarnya, sementara reputasi hanya anggapan orang tentang anda. (John Wooden)
Hidup Adalah Anugerah
Pada suatu hari ada seorang gadis buta
yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak
hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang
kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya
untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu
kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang
mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa
melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya
itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah
engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa
kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria
pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi
hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu
pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk
surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga
baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana
pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya
sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih
sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena
telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang
suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk
meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh
tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke
alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang
anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran
seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh
tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan
mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan
menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah
pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah,
jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg
bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI
SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk
waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey
Keseimbangan hidup
Dikisahkan, suatu hari ada seorang
anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak
bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi
mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan
keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli
kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu
untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya
sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah
mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya
rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!
andriewongso
Hikmat Secangkir Coklat Panas
Anonim
Sekelompok alumni,
yang sudah mapan dalam karirnya, sedang berbincang-bincang pada saat
reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi Profesor universitas
mereka yang sekarang sudah pensiun. Pada waktu mereka berkunjung,
pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stress pada
kehidupan dan pekerjaan mereka.
Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke
dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa
macam cangkir - porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang
biasa-biasa saja, ada beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik -
dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas
tersebut. Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di
tangan mereka, professor itu berkata:
"Lihatlah
semua cangkir yang bagus, mahal semuanya telah diambil, yang
tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah. Adalah normal bagi
kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah
sumber dari masalah dan stress kalian.
Cangkir
yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas
tersebut.. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan
menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya
adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar
kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Dan kemudian kalian mulai
saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.
Kemudian dia berhenti dan berkata, "Sekarang pikirkan ini":
Kehidupan adalah coklat panas;
Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya.
Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.
Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.
Terkadang,
dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal
untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya.
Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik
Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.
Hiduplah dengan sederhana.
Mengasihilah dengan murah hati.
Memperhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh.
Berbicaralah dengan ramah.
Dan nikmatilah coklat panas kalian!!!
Langganan:
Postingan (Atom)